Industri Manufaktur Tumbuh dengan Meningkatnya Permintaan Lokal dan Global

Jakarta, 27 November – Pertumbuhan industri manufaktur yang signifikan, seiring dengan peningkatan pangsa pasar, berdampak positif terhadap daya saing industri yang naik ke posisi sembilan selama 2015-2017 dari sebelumnya 12 di tahun 2014.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, sektor manufaktur tumbuh subur karena meningkatnya permintaan lokal dan global akan bahan baku produksi lokal.

 

“Kondisi inflasi saat ini telah mendorong industri lokal untuk memangkas impor bahan input, dan malah mulai bermitra dengan sumber pasokan lokal.” Suryawirawan menyatakan saat masih menjabat sebagai Dirjen ILMATE.

Menurut dia, manufaktur nonmigas selama triwulan III tahun ini mencatatkan pertumbuhan 5.49% year-on-year (yoy), sedangkan industri secara kumulatif tumbuh 4,71 persen (yoy).

Didukung oleh permintaan lokal dan global, Suryawirawan menjelaskan, industri manufaktur akan terus tumbuh. “Pemerintah Indonesia saat ini memberikan berbagai insentif, termasuk tax holiday dan tax allowance untuk mendorong investasi lokal dan asing. Kami sangat menghargai upaya pemerintah, serta perusahaan atas komitmen mereka untuk menciptakan produk dengan kualitas terbaik.” dia berkomentar.

Suryawirawan mengapresiasi pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang akan digelar pada 6-9 Desember di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Dia memuji Pamerindo Indonesia, penyelenggara pameran atas komitmennya dalam menyediakan platform bagi para pemangku kepentingan utama industri manufaktur untuk hadir dan bertemu.

Sementara itu, Project Director Pamerindo Indonesia, Maysia Stephanie mengatakan, pameran tahunan Manufacturing Indonesia ini bertujuan untuk mendukung perkembangan industri manufaktur nasional.

“Kami mengundang ribuan perusahaan, baik lokal maupun luar negeri, untuk memperkenalkan teknologi terbaru mereka kepada industri manufaktur lokal. Selama pameran berlangsung, peserta dapat mengakses informasi terkini perkembangan pasar dan update teknologi yang dapat diterapkan dalam memberikan solusi bagi perusahaan dan/atau lini bisnis masing-masing. Sangat penting untuk dicatat bahwa kami mengundang pembeli berdasarkan segmentasi B2B.” Maysia menjelaskan.

Rangkaian Pameran Manufacturing Indonesia tahun ini akan dihadiri oleh sekitar 1.800 perusahaan dari 30 negara dan wilayah, termasuk paviliun grup dari Jerman, India, Korea Selatan, China, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Jepang. “Selain pameran produk yang komprehensif di lantai pameran, kami akan menyelenggarakan sejumlah seminar dan kompetisi peserta pameran. Bekerjasama dengan Ikatan Las Indonesia (ITPI-IWES), kami akan menyelenggarakan Kompetisi & Kontes Tukang Las BUMN 2017 pertama yang berlangsung selama empat hari pameran dan juga akan ada Kompetisi Alat Pemintal, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Mold & Dies ( IMDIA). Last but not least, acara ini akan menampilkan Product Spotlight Theater di mana peserta pameran akan mempresentasikan teknologi produk terbaru mereka.” dia berkomentar.

Manara Lodewijk Hutapea, Presiden ITPI-IWES, pada kesempatan terpisah menyambut positif pameran tersebut. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pamerindo Indonesia karena telah menyediakan platform bagi IWES untuk memperkenalkan pembaruan terkini tentang teknik pengelasan kepada industri serta komunitas pemangku kepentingan terkait.” kata Hutapea.

Peserta dari berbagai sektor termasuk penerbangan, alat berat dan transportasi khusus, turbin & peralatan berputar, pupuk, perkapalan, konstruksi baja, farmasi, mesin penerbangan, akan mengikuti Kontes & Kompetisi Tukang Las BUMN Pertama 2017, kata Hutapea. Industri-industri tersebut, tambah Hutapea, merupakan industri yang padat karya dan terus berkembang dalam hal memperbaharui teknologi pada peralatan yang mereka gunakan.

Dengan itu, Manara meyakini industri manufaktur akan terus berkembang, seiring dengan semakin banyaknya investor yang masuk ke Indonesia. Di sisi lain, semua pemangku kepentingan harus bersiap untuk beradaptasi dan siap untuk beralih ke era transformasi digital dan teknologi robot, agar dapat bertahan dan tetap kompetitif di industri.

Pada kesempatan lain, Hadi Suryadipraja, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Suku Cadang & Komponen Kendaraan Bermotor Indonesia (GIAMM) mencatat tren positif di sektor otomotif, khususnya di segmen kendaraan niaga.

“Mulai pertengahan 2017, segmen kendaraan niaga baik truk light duty maupun medium duty sudah mencatatkan pertumbuhan 48 persen, dan kami prediksi tahun depan jumlahnya akan meningkat. Pembangunan besar-besaran di sektor infrastruktur akan mendorong permintaan yang signifikan.” kata Suryadipraja.

Ia optimistis sektor otomotif akan tumbuh 5% hingga 10%. “Kami optimistis sektor otomotif tahun depan akan lebih baik,” tambahnya.

Stephanus F. Santoso, VP PT Altama Surya Anugerah berkomentar “Sebagai merek terkemuka di pasar, Tekiro, Ryu dan Rexco selalu bertujuan untuk mengakomodasi pasar perangkat keras di Indonesia. Pameran Manufacturing Indonesia adalah platform bagi kami untuk mencapai tujuan ini dengan menghubungkan kami dengan pelanggan yang sudah ada serta membuka peluang baru bagi calon pelanggan.”

Menempati lebih dari 36.000 meter persegi ruang pameran, Pameran Manufacturing Indonesia 2017 juga akan menggabungkan Machine Tool Indonesia 2017, Tools & Hardware Indonesia 2017 dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017 yang menampilkan ratusan mesin, suku cadang, aksesoris seperti peralatan mesin, komponen metrologi dan alat ukur, tenaga udara, alat presisi, penggerak & kontrol, dan produk lainnya akan ditampilkan selama acara tersebut menjadikannya pameran dagang terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Rangkaian Pameran Manufacturing Indonesia 2017 didukung oleh Kementerian Perindustrian, Asosiasi Industri Perkakas Presisi Indonesia (AIPPINDO), Asosiasi Industri Pengecoran Indonesia (APLINDO), Asosiasi Pengerjaan Logam dan Mesin (ASPEP), Gabungan Industri Suku Cadang & Komponen Otomotif Indonesia (GIAMM). ), Federasi Asosiasi Industri Logam & Mesin Indonesia (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES), dan Indonesian Mold & Die Industry Association (IMDIA).

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi http://manufacturingindonesia.com